Ritz Carlton Hotel Pacific Place Jakarta Thank You For Investing Lesson

Thank you Ritz Carlton Hotel Pacific Place Jakarta for a great investing lesson. Saya belajar bahwa famous brand bukan berarti great company. Mengerti bagaimana cara membedakan good companies vs great companies penting bagi saya, karena modal investasi saya terbatas.

Modal saya sebagai individual investor terbatas dan jumlah good companies di Indonesia banyak, sehingga tidak cukup untuk investasi di good companies. Modal saya hanya cukup untuk investasi great companies.

Saya sering terlena dengan famous brand company. Saya sering berasumsi bahwa famous brand company sama dengan great companies.

Kemarin saya ikut seminar saham di ballroom Ritz Carlton Pacific Place hotel Jakarta. Setelah saya sampai di ballroom hotel, ternyata jadwal seminar saham mundur, sehingga belum bisa masuk ruangan. Karena delay, saya memutuskan takeaway lumpia di mall Pacific Place Jakarta.

Masalah terjadi ketika saya kembali ke ballroom, ternyata tidak boleh bawa makanan ke area ballroom. Saya tidak tahu ada peraturan itu dan harus titip di security. Saya pikir tidak masalah, makanan bisa diambil setelah seminar selesai.

Setelah seminar selesai, saya ambil makanan di bagian security. Makanan bisa diambil, tapi tidak boleh dibawa masuk ke area ballroom.

Disinilah masalah terjadi. Saya ditunggu driver di lobby hotel Ritz Carlton Jakarta. Bagaimana saya bisa sampai di lobby hotel tanpa melalui ballroom?? Maklum, jarang ke hotel Ritz Carlton di Jakarta.

Saya beri penjelasan ke security bahwa tidak akan kembali ke ruangan di ballroom, tapi mau ke lobby hotel. Penjelasan saya ditolak, dia tidak beri solusi, dan dia bilang tidak tahu apakah saya "benar" ke hotel atau tidak.

Ucapan dia tidak salah dan hanya menjalankan policy hotel, tapi saya kaget. Saya tidak percaya bagaimana bisa pegawai hotel bintang lima mengeluarkan ucapan yang berarti dia tidak mempercayai ucapan konsumen. Hotel adalah service company dan konsumen adalah raja. Bagaimana mungkin titah raja tidak bisa dipercaya??

Akhirnya saya harus nyasar di mall Pacific Place dan menempuh perjalanan yang lebih jauh ke lobby hotel. Saya harus keluar dari ballroom, turun ke mall lt 1, keluar dari mall, dan jalan kaki ke lobby hotel.

Dari pengalaman di atas, saya sadar bahwa famous brand doesn't mean a great company dan good company's policy to protect the company, tapi great company' policy to serve customers.

Pengalaman di hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta mengesankan. Belajar investasi bisa dimana saja. Saya tidak hanya belajar di dalam ruangan melalui seminar saham, tapi juga belajar di luar ruangan.

Mulai sekarang, saya tidak akan terlena famous brand atau bluechip company. Pepatah investasi "Invest in what you know" memang benar sekali. Bagaimana kita bisa "know" kalau hanya lihat laporan keuangan. Fundamental analysis tidak cukup, saya harus merasakan sendiri service dari company untuk bisa tahu apakah perusahaan a great company atau hanya a good company.

Note to myself: hanya investasi di great companies, kecuali untuk taruhan saham seperti di saham BUMI.

Brand terkenal di dunia bukan jaminan great company. Terima kasih buat Pacific Place hotel Ritz Carlton.

Tidak ada komentar: